Ads (728x90)

Pondok-ngrukem.com - Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Kapolda DIY) Brigjen Pol Drs, Ahmad Dofiri Msi, menggelar silaturahmi bersama pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Bantul di pondok pesantren Annur, Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon, Jumat (02/03/2018) siang.

Digelarnya silaturahmi ini sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat (Kamtibmas), khususnya wilayah Bantul dengan melibatkan peran serta para ulama dan santri.

Kapolda beserta rombongan tiba di pondok pesantren Annur, pukul 13.50 WIB.

Kedatangan Kapolda diterima langsung oleh pengasuh pondok Annur, KH Yasim Nawawi Abdul Aziz.

Hadir dalam kesempatan ini, Bupati Bantul, Drs Suharsono beserta Wakilnya, H. Abdul Halim Muslih dan Kapolres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan.

Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri, mengatakan, silaturahmi kepada para ulama di Bantul merupakan kegiatan yang sudah diagendakan setelah sebelumnya ia mengaku menjalin silaturahmi di beberapa kabupaten dan kota.

"Di Bantul ini yang terakhir. Sebelumnya silaturahmi ini sudah saya lakukan keliling, di kota (Yogya), Gunungkidul, Kulonprogo, dan Sleman. Tujuannya menjaga silaturahmi, setelah apa yang terjadi kemarin," ujar Kapolda, Jumat (02/03/2018)

Diketahui, DIY sempat menjadi sorotan publik setelah apa yang terjadi di gereja Lidwina, Sleman, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan baik itu, Kapolda mengaku ingin meminta masukan kepada para ulama dan tokoh masyarakat dalam upaya turut serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Ada dan tidak adanya masalah, silaturahmi ini tetap kita lakukan," bebernya.

Sementara itu, pengasuh pondok pesantren Annur, Ngrukem, KH Yasim Nawawi Abdul Aziz mengatakan, pertemuan antara ulama dengan kepolisian sangat penting untuk merajut kebersamaan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ini sebagai upaya menjaga iklim yang kondusif dalam kehidupan bangsa dan negara, demi menggapai cita-cita bersama sebagai bangsa yang baldatun thoyyibatun warabbul ghofur," terangnya.

Berbagai persoalan, dikatakan Yasim saat ini tengah dihadapai bangsa Indonesia di antaranya semakin merebaknya fitnah dan pertikaian sesama bangsa.

"Kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba juga kian massif. Harapan kami, pertemuan dengan polisi bisa menjadi solusi berbagai kemelut di bangsa ini," ungkap dia.

Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2018/03/02

Post a Comment