Ads (728x90)

Akhir-akhir ini banyak sekali kasus bully yang yang beredar di media sosial, kasus yang sangat viral di kalangan remaja ini sangat perlu di perhatikan secara khusus bagi kita semua agar tetap selalu menjaga diri kita baik lisan kita maupun perbuatan kita kepada orang lain.
Kasus bully yang sering kita jumpai di usia remaja, yang menjadi korbannya  seringkali adalah saudara kita yang perlu kebutuhan khusus baik secara fisik maupun secara psikologis atau kejiwaannya malah menjadi target para pelaku.
Sengaja maupun tak sengaja, baik orang dewasa mau lain yang masih kecil, setiap orang yang bergaul dengan orang lain pasti memiliki pandangan yang berbeda terhadap orang lain, entah memiliki kekurangan maupun memiliki kelebihan sekalipun. Oleh karena itu kita semua harus pintar-pintar menjaga diri dalam berinteraksi dengan orang lain.
Sedikit ucapan kita yang membuat hati saudara kita terluka dan menimbulkan kekerasan itu sudah dinamai dengan hate speech dan sudah tergolong dengan kekerasan verbal atau lisan kepada orang lain ataupun saudara kita, dan itu akan sangat membahayakan bagi kita semua apabila kita terjerat dengan kasus tersebut.
Di kalangan pondok pesantren kita jarang menemui kasus purunan atau bully yang dilakukan oleh santri, karena para santri dibekali akhlak yang bagus oleh para asatidz mereka. Para santri diajarkan pula untuk bertoleransi kepada orang lain agar santri-santri selalu menghormati orang lain dan itu semua sudah melekat didalam diri para santri.
Sudah sewajarnya para santri selalu menerapkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari pada saat berinteraksi kepada orang lain baik yang seumur maupun yang lebih tua. Oleh karena itu, pondok pesantren sangat berpengaruh dalam mengurangi angka kekerasan yang ada di Indonesia ini, sejak dulu maupun sampai sekarang ini.
Tak heran jika para orang tua lebih mempercayakan putra-putri mereka di pondok pesantren yang notabenya untuk membimbing kearah yang lebih baik dengan dibekali ilmu-ilmu agama.
*Bani Idris Hidayanto, SH (Santri PP. An Nur dan sedang menempuh S2 di UIN Suka)

Post a Comment