Ads (728x90)

Kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia merupakan anugerah Tuhan yang Maha Esa yang diperoleh melalui perjuangan panjang dan membutuhkan pengorbanan yang begitu besar. Hasil dari perjuangan tersebut harus dipertahankan untuk memberikan kesempatan kepada bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan yang adil dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945.
Dari sekian banyak pahlawan yang memperebutkan kemerdekaan melawan penjajah, para santri termasuk yang turut pula berjuang. Mereka tanpa pamrih ikut berjuang demi kemerdekaan yang kini bisa dirasakan oleh generasi penerus bangsa ini.
Santri merupakan bagian dari entitas umat Islam nusantara. Boleh dikatakan bahwa santri merupakan wakil umat Islam dalam proses kemerdekaan kala itu. Santri yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah mereka yang mendapat bimbingan secara intens dari para kyai. Peran yang mereka mainkan bukan hanya dalam konteks perjuangan bersenjata, namun juga masuk ke jalur perjuangan pemikiran.
Bagi seorang santri -khususnya di masa itu- dawuh kyai dianggap memiliki dimensi sakralitas, berorientasi pada kebenaran yang diajarkan Islam. Faktor ini kemudian menyebabkan para santri di masa itu selalu takdzim pada dawuh kyai. Ini pula yang menyebabkan seruan kyai untuk berjihad di medan perang melawan penjajah selalu disambut antusias oleh para santri.
Bagi santri, berperang melawan penjajah tidak sekadar mengejar kemerdekaan, lebih dari itu, peperangan tersebut merupakan bentuk jihad yang diperintahkan dalam Islam.Santri tidak hanya berkutat dengan kitab kuning di pondok pesantren, tetapi banyak memberikan kontribusi kepada negara. Mereka selalu berperan di garda paling depan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka kokoh mempertahankan NKRI agar tidak terpecah-pecah menjadi beragam golongan ekstrim.
Sejarah kemerdekaan negeri ini perlu ditulis ulang secara lebih jujur. Bukankah kita sering mendengarkan ungkapan “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya”. Penghargaan terhadap pahlawan bisa dimulai dengan keterbukaan mengakui peran berbagai pihak dalam mengantar republik ini ke gerbang kemerdekaan.
Kondisi ini bukan berarti mencerminkan bahwa kaum santri gila hormat, berambisi dijunjung sebagai pahlawan. Justru sebaliknya, mereka bisa jadi tidak pernah memikirkan hal itu. Terlepas dari hal tersebut, santri sangat memikirkan kemajuan bangsa ini agar tidak diremehkan oleh oknum-oknum dari luar.
Akhirnya, semoga bangsa Indonesia sadar bahwa Indonesia punya santri yang selalu teguh mempertahankan kemerdekaan Indonesia hingga akhir hayatnya.
Untukmu Satu Tanah Airku, Untukmu Satu Keyakinanku.
*Bani Idris Hidayanto, SH (Santri PP. An Nur dan sedang menempuh S2 di UIN Suka DIY)

Post a Comment