Ads (728x90)

Ramadan merupakan bulan suci yang sangat mulia. Kebaikan dari berbagai cabang dibuka oleh Allah. Pahala juga dilipat gandakan. Bahkan jika kita mengetahui rahasia di bulan ini, bisa jadi seluruh umat manusia -khususnya Islam- akan meminta seluruh bulan menjadi Ramadan semua.  Semua ketaatan diterima,  semua doa dikabulkan  dan dosa-dosa diampuni.
Pada bulan suci Ramadan, ada satu malam yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Malam tersebut adalah malam Lailatul Qadar atau yang dikenal dengan malam seribu bulan. Malam yang penuh dengan keberkahan yang tidak asing ditelinga umat Islam. Ketika seseorang berhasil mendapatkan malam Lailatul Qadar, ibarat beribadah selama seribu bulan
Banyak sekali keutaman malam Lailatul Qadar yang diharapkan oleh seluruh umat Islam. Umat Islam diberbagai daerah yang ada di muka bumi belomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot). Mulai dari memperbanyak membaca al-Qur’an, menmperbanyak salat sunnah, beramal, i’tikaf, dan menghindari diri dari kemaksiatan.
Banyak sekali cerita-cerita yang telah didengar dan telah diajarkan kepada pendahulu kita.  Sampai pada umat Islam saat ini yang intinya memberikan motivasi dan anjuran kepada seluruh umat Islam untuk memperbanyak amalan-amalan yang sering dilakukan. Seperti anjuran melaksanakan salat Lailatul Qadar.
Dalam KAFA BIHI (2017: 91-92) yang diterbitkan Pondok Pesantren An Nur, “Dari Ibnu Abbas dari Nabi Saw. bersabda: barang siapa mengerjakan sholat dua raka’at pada malam Qadar, sedang pada tiap-tiap rakaat dia membaca Al Fatihah sekali dan Surat Al Ikhlas tujuh kali dan setelah salam dia membaca Astaghfirullah wa Atuubu Ilaihi (saya mohon ampun kepada Allah ta’ala dan saya bertobat kepada-Nya),
Dibaca sebanyak tujuh puluh kali, maka dia tidak bisa berdiri dari tempatnya sehingga Allah mengampuni dia dan kedua orang tuanya dan Allah akan mengirim para malaikat ke sorga guna menanam baginya beberapa pohon untuk membangun gedung istana dan mengalirkan air sungai. Dan dia tidak keluar dari dunia (mati) sehingga dia melihat semua itu”
Tak heran jika malam Lailatul Qadar sangat diburu dan ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Keutamaannya yang luar biasa, sebaik-baiknya malam dari malam yang ada. Oleh karana itu umat Islam diseluruh dunia menunggu datangnya malam Lailatul Qadar.
Tidak mudah mendapatkan malam Lailatul Qadar ini, karena malam Lailatul Qadar ini (diperkirakan) jatuh pada tanggal yang ganjil di bulan Ramadan. Para ulama berbeda pendapat dalam menetapkannya. Salah satunya adalah Imam Ghazali, beliau mengungkapkan bahwa cara mengetahui malam Lailatul Qadar dapat dilihat dari permulaan bulan Ramadan, yaitu:
a.  Apabila awal bulan puasa dimulai hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 29 Ramadan.
b.    Apabila awal bulan puasa dimulai hari Senin, maka Lailatul Qadar jatuh malam 21 Ramadan.
c.   Apabila awal bulan puasa dimulai hari Selasa atau Jum’at, maka Lailatul Qadar jatuh malam 27 Ramadan.
d.  Apabila awal bulan puasa dimulai hari Kamis, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadan.
e.  Apabila awal bulan puasa dimulai hari Sabtu , maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 23 Ramadan.
Namun karena malam ini tidak bisa diketahui, maka ada baiknya melakukan ibadah pada setiap malam bulan Ramadan. Misalkan dengan tadarus al-Qur’an di masjid. Minimal mengerjakan salat Lailatul Qadar. Salat ini dikerjakan dengan dua rakaat satu kali salam. Adapun niatnya sebagai berikut:
اُصَلِّيْ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لله تَعَالى

*Atfi Khumairoh

Post a Comment