Ads (728x90)

Salam mahasiswa…!
Rindu rasanya untuk bisa kembali mengikuti aktifitas di kampus. Berkutat dengan buku-buku, dialog bersama dosen, membicarakan konsep-konsep -yang inginnya- “terstruktur, sistematis & massif” antar mahasiswa. Canda dan tawa menjadi metode komunikasi yang akrab terdengar. Perihal asmara? Pasti jadi prioritas nomor wahid bagi para aktifis cinta. Mereka secara sadar menyebut bahwa bunga-bunga asmara dapat meningkatkan semangat belajar. Ssstt… cukup saja ya ulasan tentang asmara. Khawatir dianggap melegalkan hubungan asmara yang bermetamorfosis menjadi “pacaran”.
Mahasiswa-mahasiswi di setiap kampus tentu memiliki pengalaman yang berbeda-beda selama menjalani masa perkuliahan. Namun, setidaknya ada tiga faktor utama yang sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian seorang mahasiswa; pertama, dengan siapa dibimbing. Kedua, kualitas bacaan yang dijadikan referensi. Ketiga, kekuatan barokah yang menyertainya. Perkara gedung megah dan fasilitas yang berstandar internasional itu sifatnya sekunder.
Menarik mencermati Kampus Sekolah Tinggi Ilmu al-Qur’an (STIQ) An Nur yang merupakan kampus representatif untuk memperdalam keilmuan di bidang kajian Islam. Keberadaannya memenuhi tiga kriteria di atas; dengan siapa dibimbing.
Banyak sekali dosen STIQ yang diberi anugerah Allah dalam kemampuan membimbing mahasiswa ke arah shirothol mustaqiem. Bukan isapan jempol semata, tapi memang demikian adanya. Beliau-beliau ini disamping cerdas di akademik, juga cerdas di basic keilmuan pesantren. Cocok banget untuk “dakwah” di STIQ. Maka jangan ragu, bersegeralah intens menimba ilmu bersama para dosen hebat.
Kualitas bacaan yang dijadikan referensi.
Setiap proses belajar membutuhkan referensi (bahan ajar). Maka, fardu ‘ain bagi mahasiswa untuk rutin membaca. Tidak harus yang “berat-berat”, kalau masih awal kuliah (mahasiswa baru) cukup baca yang ringan-ringan dulu. Sering-sering beli buku ya, hehe… atau silahkan kunjungi perpustakaan kampus. Kalau dirasa ingin pilihan buku yang lebih banyak (variatif), datang saja ke perpustakaan umum tingkat kabupaten. Untuk mahasiswa STIQ bisa juga komunikasi dengan dosen; diniati pinjam buku (wajib dikembalikan lho). Mantap-mantap koleksinya, dijamin berkualitas. Jumlahnya pun ada yang mencapai ribuan. Selain buku tentu ada kitab-kitab, karya ulama Indonesia dan luar negeri.      
kekuatan barokah yang menyertainya
Percaya gak percaya, barokah itu nyata adanya. Diawali niat tulus menimba ilmu di kampus (bukan malah modus hehe..), makan-minum yang halal, dan takdzim dengan dosen. Yakin, barokah akan menyertai proses studi. Lantas, “wujud” barokah itu bagaimana?. Wujudnya… berupa kemuliaan hidup.
Akhirnya, selamat datang di kampus STIQ…! (TOP’99)

                                                                      

Post a Comment