Ads (728x90)


Berbicara masalah strategi atau lebih spesifik lagi tentang metode yang dipergunakan. Dan disini saya hanya akan menyampaikan secara umum dari pengalaman saya dan santri-santri PonPes An Nur lainnya dalam menghafal Al Qur'an serta sedikit akan memberikan deskripsi tentang metode menghafal Al Qur'an yang dilaksanakan di Pondok Pesantren An Nur. Semoga apa yang akan kami sampaikan dapat bermanfaat bagi kita semuanya walupun mungkin tidak sesuai dengan apa yang ustadz/ustadzah inginkan namun sedikit banyak bisa menjadi gambaran awal didalam ustadz/ustadzah mengajarkan menghafal Al Qur'an.
1. Metode menghafal Al Qur'an di Pon. Pes An Nur
Uraian pada sub bab ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada ustadz/ustadzah tentang metode yang kami gunakan untuk sebagai pembanding (komparasi) dan mungkin bisa diadopsi sebagian dalam ustadz/ustadzah mengajar para santri khususnya untuk meteri hafalan.
a. Bimbingan tahfidz / membuat lauh (hafalan)
Dilaksanakan untuk membantu para santri dalam menghafalkan Al Qur'an dimana para santri dikumpulkan dalam satu majelis kemudian kyai atau ustadaz membacakan ayat yang akan dihafal dan diikuti oleh para santri secara bersama-sama. Setelah itu mushaf ditutup dan para santri mengikuti kyai/ustdaz membaca bersama-sama secara bilhifdzi (tidak melihat mushaf)
Setelah selesai para santri membaca lagi ayat tersebut secara binadzri kemudian bilhfdzi dan diulang-ulang terus secara bergantian sampai akhirnya materi terkuasai dengan sempurna. Setelah terkuasai baru berpindah keayat berikutnya dan setelah mendapat 1 halaman maka selesai dan santri mengulang lagi apa yang telah dihafal tadi dikamar masing-masing untuk kemudian disetorkan kepada kyai pada esok harinya.
b. Metode menjaga hafalan Al Qur'an.
Untuk menjaga hafalan metode yang dipakai selama ini adalah dengan mudarrosah (mengulang hafalan) Untuk lebih mengoptimalkan dalam mudarrosah maka seorang hafidz harus punya jadwal yang jelas misalkan dalam satu hari dia harus mudarrosah sebanyak 5 juz dan itu dilaksanakan terus secara kontinyu dan istiqomah.
Pada saat-saat tertentu dimana ada waktu yang senggang bisa dengan mendengarkan kaset atau cd murottal dimana dia ketika mendengar ayat yang telah dihafal maka konsentrasinya secara reflek akan tertuju pada bacaan ayat tersebut jadi ketika dia lupa akan segera tahu.
2. Sistem Evaluasi (Ujian)
a. Tes Peringkat Tahfidzul Qur'an
Ini adalah merupakan bentuk evaluasi untuk mengetahui sejauh mana tingkat penguasaan hafalan para santri.da tes peringkat ini kita adakan setiap 6 bulan sekali. Bagi santri yang sudah menghafal 10 juz maka dia tidak diperbolehkan menambah hafalannya kalau dia belum berani mengikuti tes peringkat I ( juz 1-10) yaitu dengan disimak oleh kawannya dari juz 1-10 dan dalam 10 juz maksimal 20 kesalahan, kalau melebihi dari 20 kesalahan maka dia tidak lulus dan otomatis belum boleh menambah hafalan.
Demikian juga untuk peringkat II ( juz 11-20) dan peringkat III (juz 21-30). Namun untuk peserta tes peringkat II dan III sebelum dia mengikuti test maka dia harus mengikuti MHQ juz 1-10 untk peringkat II dan juz 11-20 untuk peringkat III.
b. Tes Khotimin-Khotimat.
Ini diperuntukkan bagi santri yang telah khotam dalam menghafal maka jika ingin mengikuiti wisuda maka harus melalui sebuah seleksi akhir berupa simaan 30 juz dan disimak langsung oleh para senior dan santri lainnya. Dengan maksimal 60 kesalahan.
3. SISTEM EVALUASI (UJIAN BAGI CALON TAHFIDZ)
Sedangkan ujian untuk calon tahfidz di lakukan seleksi terlebih dahulu oleh para khotimin Bil Hifdzi kalau dirasa cukup mampu untuk menghafalkan maka diperbolehkan ikut bimbingan sedangkan yang tajwidnya dan mahrojnya masih lemah maka diarahkan untuk ngaji bin Nadri terlebih dahulu hingga bacaanya tajwidnya benar.

Post a Comment