Ads (728x90)

Santri? Apa deskripsi yang tergambar dalam pikiran teman-teman? Sekelompok orang yang mengkaji kitab kuning, setoran hafalan, rajin mujahadah dan sholat malam? Atau sekelompok orang yang lebih suka memakai sarung,  berpeci dan baju koko, bejilbab dan baju muslimah? Yeps, jawaban teman-teman betul semua.
Di atas adalah sejumlah ciri khas yang dimiliki oleh santri, yang sudah mendarah daging dari sejak dulu kala adanya. Tapi yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah dari serangkaian kegiatan di atas mampu menjawab polemik pada zaman sekarang? Apakah seorang santri mampu mengaplikasikan dalam kehidupan saat ini? Jawabannya tentu harus “YA!!!”. Kenapa? karena adanya santri adalah untuk meneruskan perjuangan Nabi sebagai “kholifah fil ardh”. Sebagai pemimpin dunia yang mampu menjadi sebagai penuntun agar seimbang antara alam, manusia dan Kewajiban kepada Tuhan.
Seiring pesatnya perkembangan budaya dan teknologi juga menyebabkan timbulnya masalah-masalah yang tidak bisa dikatakan ringan. Peran santri adalah sebagai penunjuk mana yang benar dan salah yang notabene pada zaman sekarang antara benar dan salah susah untuk dibedakan. Tidak cukup hanya dengan mengkaji kitab kuning dll, akan tetapi santri juga harus mempunyai kesadaran untuk membuka wawasan yang lebih luas. Dalam artian di sini adalah untuk menjadi seorang intelektual Islam. Sebagai contoh Ibnu Sina, Ibnu Khaldun dll, mereka adalah cendikia dari kalangan Islam yang sudah diakui oleh seluruh penjuru dunia. Tugas santri adalah meneruskan perjuangan mereka, sehingga santri tidak hanya dipandang udik dengan sarung dan peci mereka, tetapi mampu memberi  pandangan lain kepada seluruh dunia akan kebenaran ajaran Islam dalam menjawab tantangan zaman dan mengaplikasikannya dalam hidup bermasyarakat luas. Dengan menjadi santri yang beriman, beramal dan intelektual Islam.

Post a Comment