Ads (728x90)


PP. An Nur - Pondok Pesantren An Nur Bantul Yoyakarta kembali menerbitkan karyanya yang bergenre sastra. Karya-karya tersebut terkumpul dalam bentuk buletin sastra bernama Senja. Hj. Khafidlo Fahri Inayati, Pemimpin Redaksi Buletin Senja menyampaikan bahwa Cinta Dalam Sastra adalah tema yang diangkat pada edisi ke-16 ini.
“Banyak hal hebat yang bisa kita temukan dari cinta. Maka, dalam Buletin Senja edisi ke-16 ini kami mengangkat tema Cinta Dalam Sastra”. Ujarnya
Senja terbit pertama kali pada bulan April 2010. Awalnya, buletin ini dipimpin oleh Qowim Musthofa (2010-2013). Kemudian demi terciptanya regenerasi, dilakukan pergantian yang telah disepakati dalam Rapat Dewan Pimpinan Redaksi Senja (14/9). Terpilih Hj. Khafidlo Fahri Inayati untuk melanjutkan kepemimpinan Senja (2013-2015).
Perjalanan Senja diwarnai dengan banyaknya karya sastra (esai, cerpen dan puisi) yang ditulis oleh santri-santri PP. An Nur. Perbedaan latar belakang budaya dan bahasa para santri yang berasal dari hampir seluruh wilayah di Indonesia ini telah menghasilkan karya yang sangat istimewa. Kata-kata khas kedaerahan, ditambah dengan tradisi santri yang sarat nilai-nilai religius menjadi daya tarik tersendiri bagi Senja.
Senja didirikan oleh lima santri PP. An Nur, yakni Qowim Musthofa, Muhamad Taufik, Jirjis L Farmadi, Ririn Maftuhatul Muna, dan Zumrotin. Sejak awal kelahirannya, Senja yang rutin terbit dwi wulan dibagikan gratis untuk pesantren-pesantren di DIY-Jateng.
“Senja dibagikan gratis untuk lembaga pendidikan di DIY-Jateng, terutama pesantren. Ini sudah diniatkan sejak terbitan perdananya”. Jelas Qowim


Post a Comment