Ads (728x90)

Oleh : Damar

perjalanan waktu berlalu perlahan
beranjak dari sebuah ketiadaan menjadi ada
berakhir pada tiada
gemuruh hati mengendap dalam gumpalan semenanjung harapan
berselimut di antara mentari pagi dan senja merah
mengukir dan melukis impian di istana atas awan
terlelap lelah dalam puri kenyataan
keras berbatu...terjal menusuk kaki
entah bagaimana ini berjalan lagi
setiap detik matahari merayap di atas langit
tak satupun mereka mengerti ini bahkan itu
redup mata ini semakin memburam berkabut
menggilas perbedaan berderu tarian ilalang
menghempaskan keluh di setiap relung bayu mengayuh
terbang bersama butiran debu malam di balik kerlipan bintang
bayang langkah tubuh mengikuti raga dalam setiap gerak
sesekali lenyap terkadang timbul
selalu saja ada dalam terang dan hilang dalam gelap...
berpuncak pada berjuta angan terpaut cakrawala hati
semua melekat dalam dinding-dinding nurani
tak tahu apa lagi yang kan menghibur hidup sepi
berpaut rindu menggores luka dan cinta
warna-warna paduan sang pelukis hati
mengkuas membaur berpadu....

al-asy', 20.06
Damar penulis alumni MAK Al Ma’had An-nur angkatan 9, sekarang menempuh pendidikan sarjana S.1. di Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo

Post a Comment